Jumat, 22 Agustus 2014

Bagaimana bisa Himax Begitu cepet penetrasinya di Pasar Smartphone Indonesia?


Himax Indonesia merupakan pemain baru di pasar smartphone Indonesia. Namun kehadirannya yang hanya baru berlangsung 2 tahun ini sudah membuat penetrasi yang sangat cepat memasuki pasar indonesia. Dengan membidik pasar Smartphone High dengan harga yang relatif murah menjadikan indonesia pasar yang potensial bagi Himax, mengingat mayoritas penduduk indonesia berada pada level menengah dan menengah kebawah. Berdasarkan artikel sebelumnya mengapa produk - produk himax dapat dijual dengan harga yang miring namun tetap dengan kualitas yang tinggi, kali ini kita akan membahas bagaimana bisa Himax Indonesia dapat melakukan penetrasi yang sangat cepat masuk pasar smartphone indonesia yang hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

Dengan strategy pemasaran yang menggunakan internet marketing dengan online shopnya di www.himax.co.id bisa dibilang mirip dengan yang dilakukan oleh Xiaomi. tidak heran mengapa Himax Indonesia disebut-sebut Xiaominya Indonesia karena memang sama-sama menjual produk smartphone High End dengan Harga yang rendah jauh dari harga pasaran secara umumnya.

Lalu pertanyaannya selanjutnya bagaimana bisa dapat melakukan penetrasi yang cepat dalam kurun waktu yang singkat.?
mungkin jawabannya dapat dijawab oleh Fenomena "Hunger Marketing" yang saat ini masih sangat hangat - hangatnya di pasar smartphone global.
melihat Trend penjualan Himax Pure III yang ludes terjual dalam waktu 2 jam saat penjualan perdanya dan penjualan Himax Polymer generasi terbaru yang akan diluncurkan selanjutnya sangat mirip dengan prinsip kerja Hunger Marketing.

Secara Garis besar Hunger Marketing dilakukan dengan 3 tahap yaitu mengontrol Suply (Control Suply), membuat permintaan lalu(create Demand) terjadilah bahan pembicaraan orang lain (Word of Mouth) dan sekarang kita akan bandingkan dengan apa yang terjadi saat penjualan Pure III.

Saat penjualan perdana Himax mulai melakukan penjualan dengan sistem H-code dimana hanya orang yang mempunyai H-code lah yang dapat membeli pure III. namun saat penjualan perdana H-code ini tidak tersedia dengan banyak sehingga kita dapat melihat pemberitaan bahwa 5000 smartphone Pure III ludes terjual dalam waktu 2 jam dan costumer lain yang ingin membeli harus menunggu gelombang selanjutnya ini bisa disebut Control Suply.

Selanjutnya dengan berita bahwa Pure III dapat habis hanya dalam waktu 2 jam membuat konsumen lainnya yang tidak tahu produk Himax mulai melirik dan mencari tahu produk Pure III ini, dan ketika tahu bahwa Produk Himax memiliki spesifikasi yang tinggi dengan harga yang jauh lebih murah calon - calon pembeli smartphone baru akhirnya mulai mencari dan berniat membeli smartphone ini, akhirnya timbul gelombang permintaan yang cukup besar akan produk-produk Himax , ini bisa disebut Create Demand,

Tingginya permintaan ditambah dengan minimnya pembagian stock h-code membuat gelombang pembicaran antar mulut mulai terjadi ditambah berita - berita media cetak atau elektronik besar indonesia yang mulai memberitakan fenomena penjualan pure III menjadikan produk Himax mulai menjadi perbincangan yang hangat bagi techno geek di indonesia. oleh sebab itu sebagian besar konsumen yang kenal dengan produk himax bukanlah karena dari iklannya yang cukup intens atau mewah, melainkan dari pembicaraan mulut ke mulut, ini bisa disebut Word Of Mouth.

Demikianlah analisa penulis terhadap pesatnya penetrasi produk Himax di Indonesia dan begitu cepatnya mendapatkan tempat tersendiri di pasar smartphone Indonesia jika dilihat dari kehadiran produk Himax yang hanya berlangsung 2 tahun ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: jumadistk@gmail.com

Our Team Memebers